Memahami Demam Berdarah Dengue

Demam berdarah atau biasa disingat DB merupakan serangan penyakit berupa demam akut yang penyebabnya berasal dari gigitan nyamuk yang terinfeksi virus dengue. Nyamuk tersebut dikenal dengan nama Aedes Aegypti, kadang-kadang pula dinamai Aedes Albopictus. Penyakit yang bisa berujung pada kematian ini sering ditemukan pada negara tropis dan sub-tropis khususnya di masa penghujan yang lembab. Jenis demam berdarah dibagi berdasarkan tingkatan gejala yang dirasakan pasien. Pembagian tersebut antara lain, demam berdarah klasik, Demam Berdarah Dengue atau biasa disingkat DBD, dan Sindrome Syok Dengue.

Memahami Demam Berdarah Dengue


Ada berbagai macam virus yang bisa menyebabkan penyakit demam berdarah. Namun di Indonesia sendiri, dikenal hanya ada dua virus yang sering menjadi biang demam berdarah yakni virus dengue dan virus chikungunya. Namun jika dibandingkan, berdasarkan hasil survey, virus dengue-lah yang paling sering menjadi musabab demam berdarah dengue di negeri ini. Virus ini sendiri merupakan mikroorganisme yang sangat kecil dan penampakannya hanya bisa melalui mikroskop electron. Dengue hanya bisa bertahan hidup dalam sel yang juga hidup. Sama seperti sifat parasit, virus dengue bersaing dengan sel sehat manusia untuk diambil alih dan kemudian mensabotase protein di dalamnya.

Seperti telah dikemukakan sebelumnya, bahwa para ahli membagi tiga kelompok demam yakni demam klasik, demam berdarah dengue serta sindrom syok dengue. Untuk demam berdarah klasik, gejala yang ditemukan cukup variatif, tergantung pada usia pasien yang terjangkiti. Namun secara umum, gejala tersebut antara lain munculnya ruam, demam yang cenderung tinggi, mengalami sakit kepala yang parah, diserang nyeri sendi serta tulang, sering muntah dan mual, merasa nyeri di belakang mata. Pada kondisi tertertentu, pasien juga bisa mengalami gejala seperti mimisan, gusi berdarah, kencing darah dan masih banyak lagi lainnya.

Terkait demam berdarah dengue, gejala yang muncul kurang lebih sama seperti gejala pada demam berdarah. Hanya saja pada fase ini, pasien mengalami komplikasi yang jauh lebih hebat. Kondisi tersebut seperti demam tinggi, fenomena hemoragik yang mengacu pada kondisi pendarahan parah, terjadinya pembesaran hati serta gagalnya sistem sirkulasi darah dalam tubuh. Pasien yang terjangkiti demam berdarah dengue juga bisa mengalami kerusakan pada pembuluh limfa, pembuluh darah, pendarahan di bawah jaringan kulit dan terlihat seperti memar parah. Karakteristik DBD yang tak dapat ditemukan pada jenis demam lainnya adalah kebocoran plasma darah. Hal ini bisa ditanggulangi dengan terapi elektrolit. Jenis pengobatan ini harus tepat dan cepat jika tidak, nyawa taruhannya.

Cegah Sebelum Terlambat


Penyebab demam berdarah dengue bisa dicegah. Penyakit ini erat kaitannya dengan pola kebersihan sehari-hari. Jangan pernah biarkan ada genangan air di sekitar rumah Anda sebab tempat tersebut adalah surge bagi jentik nyamuk aedes aegypti. Pencegahan juga bisa dimulai dari dalam tubuh Anda, konsumsilah makanan dengan gizi serta nutrisi yang tepat agar kekebalan tubuh Anda bisa optimal. Selain itu seringlah memakai produk pengusir nyamuk agar Anda dan keluarga senantiasa terlindungi dari penyakit mematikan ini. Lebih baik waspada dari pada mengobati, kan?