
Mengenali Ciri-ciri Aedes Aegypti
Membedakan nyamuk Aedes Aegepty cukuplah mudah sebab ia memiliki karakter bentuk dan tampilan yang berbeda dari jenis nyamuk lainnya. Aegypti cenderung berukuran sedang dan memiliki wana kecoklatan. Pada tungkai kaki ditutupi sisik serta bintik-bintik (yang sebenarnya garis) berwarna putih. Jika Anda jeli, maka pada bagian punggung Anda akan menjumpai bagian dorsal atau punggung dengan dua garis lengkung secara vertical tepat di bagian kiri juga kanan. Nyamuk ini juga memiliki sisik pada tubuh, namun sayangnya tak bisa dilihat secara kasat mata.
Nyamuk ini digolongkan ke dalam kategori diurnal, yang bermakna bahwa ia aktif baik itu malam maupun siang hari. Menariknya, nyamuk jantan dan betina A. Aegypti ini memiliki pola konsumsi yang berbeda. Nyamuk jantan sama sekali tidak menghisap darah Anda sebab kebutuhan energinya terpenuhi dengan cara menghisap nektar bunga atau tumbuhan lain. Justru sang betina-lah yang selama ini berperan sebagai penyebar virus melalui gigitannya sebab kebutuhan energinya didapatkan melalu konsumsi darah.
Nyamuk demam berdarah menyukai kondisi yang minim cahaya serta tertarik pada wana hitam dan merah. Sebenarnya tidak semua nyamuk Aedes Aegypti betina bisa menularkan virus dengue. Hanya yang telah terinfeksi virus dengue saja yang berperan sebagai vector dengue. Uniknya, jika nyamuk telah terjangkiti virus dengue, maka kemampuannya untuk menghisap darah menjadi berkurang bahkan lebih sering gagal. Hal inilah yang memicu penyakit demam berdarah cepat menyebar sebab si nyamuk cenderung berpindah-pindah pada target yang satu ke yang lain. Mengingat gigitan nyamuk yang satu ini tak selalu berhasil menghisap darah.
Pencegahan Nyamuk Demam Berdarah
Program pemerintah yang paling familiar di telinga kita, boleh jadi adalah 3M yakni Menguras, Menutup serta Mengubur. Program ini ditujukan untuk mengendalikan laju serta pertumbuhan nyamuk demam berdarah. Langkah taktis yang perlu Anda lakukan cukup sederhana. Mulailah dengan menguras bak kamar mandi secara berkala agar memangkas siklus jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti. Anda juga bisa menaburkan bubuk pembunuh nyamuk jika Anda tak menyukai aktifitas menguras bak. Langkah lain yang bisa Anda lakukan adalah menutup semua tempat penampungan air sebab jika terbuka, akan menjadi surga bagi Aedes Aegypty. Terakhir, buanglah barang-barang bekas Anda dengan cara dikubur agar tidak berpotensi menadah air dan mengundang jentik nyamuk yang hidup di dalamnya.