Langkah Taktis Pencegahan Demam Berdarah

Pencegahan Demam Berdarah
Demam berdarah merupakan salah satu penyakit yang persebarannya melalui gigitan nyamuk betina A. Aegypti yang sebelumnya telah terinfeksi virus dengue. Penyakit ini sering “diperlakukan” biasa. Padahal berdasarkan statistik medis, sudah ada banyak nyawa yang melayang. Kewaspadaan terhadap resiko penyakit ini semakin meningkat dalam kurun waktu terakhir. Tetapi angka korban yang terjangkiti masih berada di persentasi yang sama. Pencegahan demam berdarah agaknya masih harus diooptimalkan. Sebab jauh lebih baik mencegah ketimbang mengobati.

Sampai saat ini, vaksin yang bisa melumpuhkan penyakit demam berdarah belum diketemukan. Oleh sebab itu, langkah pencegahan demam berdarah yang paling efektif adalam menahan laju persebaran nyamuk A. Aegypti. Pada dasarnya, Pemerintah telah menggalakkan beberapa program untuk melawan nyamuk berbintik putih tersebut. Tetapi, promosi serta sarana edukasi Pemerintah hanya sebatas di media. Petugas yang turun langsung di lapangan juga sifatnya “musiman”. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mencari tahu sendiri langkah pencegahan demam berdarah. Berikut uraiannya.


Langkah pertama dalam sistematika pencegahan demam berdarah adalah memastikan lingkungan Anda bukan surge bagi pertumbuhan nyamuk A. Aegypti. Dengan memantau kebersihan lingkungan, Anda telah memangkas  dan mengendalikan vektor nyamuk A. Aegypti. Tindakan yang bisa Anda lakukan cukup variatif. Misalnya, menguras bak mandi atau penampungan air secara berkala, minimal sekali seminggu. Mengganti atau menguras air di dalam vas bunga. Jika Anda memelihara burung, jangan lupa mengganti air tempat minum burung seminggu sekali. Tutup rapat tempat penampungan air. Lanjutkan dengan mengubur kaleng-kaleng bekas, ban bekas serta aki bekas pakai yang terlihat di lingkungan Anda.

Jika memperhatikan rangkaian makanan dalam ilmu biologi, diketahui bahwa vektor nyamuk A. Aegypti bisa ditahan laju pertumbuhannya dengan memelihara sejenis ikan. Ikan tersebut dikenal suka memakan jentik-jentik nyamuk dan juga bakteri. Dengan memelihara ikan tersebut, Anda selangkah lebih maju memerangi A. Aegypti.

Proses ini melibatkan sejumlah alat-alat serta bahan yang bersifat kimia. Karenanya, jika Anda tidak ahli di bidang ini, tanyakanlah pada pemeintah terkait sebab program fogging biasanya telah terjadwal. Proses pengasapan atau biasa juga disebut fogging bisa membunuh nyamuk A. Aegypti dewasa. Langkah ini dikenal efektif menahan laju perkembangan mereka. Sedangkan untuk bakal nyamuk yang masih berupa jentik-jentik, bisa dilawan dengan menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air.

Langkah lain untuk mengendalikan laju pertumbuhan A. Aegypti adalah dengan cara penggunaan larvasida. Larvasida sendiri adalah sejenis pestisida yang diklaim ramah terhadapmlingkungan. Biasanya larvasida berbentuk butiran yang ditaburkan pada tempat jentik atau larva nyamuk bersarang. Seiring kenajuan teknologi, para peneliti telah menemukan banyak larvasida alami yang ampuh. Misalnya larvasida berbahan utama jahe serta jeruk. Larvasida ini tentu benar-benar aman bagi lingkungan.

Pencegahan demam berdarah juga bisa dimulai dari diri Anda. Rajinlah menggunakan lotion ataukah produk spray yang diaplikasikan ke kulit Anda, siang dan malam. Jika hendak tidur, pakailah kelambu terutama di musim penghujan yang lembab. Hal tersebut setidaknya bisa membentengi diri Anda dari gigitan nyamuk. Ingat, A. Aegypti berkeliaran di siang hari maupun malam hari.  Jadi tetap waspada!